Jumat, 08 September 2017

Tidak sekalipun suamiku berbohong kepada ku karena prinsip dia ” tidak patut seorang hamba berbohong sebab hanya akan mendatangkan kesia-siaan.”


Berhari-hari aku belajar menata hati,menyiapkan perasaan dengan sebaik-baiknya untuk menerima permintaan suami ku yang sungguh meremukkan hati.

Namun sekali lagi aku benar-benar mencintai suamiku tidak mungkin aku membiarkan suamiku terus larut dalam rasa bersalahnya karena telah hendak mengakhiri kesalahan itu dengan jalan syar’i yaitu menikahi gadis itu.

Lihatlah suamiku betapa bijiksana nya memiliki pemikiran seperti ini,itu berarti suamiku adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab atas segala perbuatan yang Ia lakukan.

Dan akhirnya akupun mengizinkan suamiku menikahi gadis itu dengan penuh kesedihan yang menghujam uluh hati,.apakah aku tidak ikhlas? apakah aku tidak ridha dengan suami ku menikah lagi?

percuma bahas ini, toh aku tidak bisa membiarkan suamiku dalam kekalutan berkecimpung kemaksiatan.

Alhamdulillah ,,,istri yang dipilih suamiku ternyata dia adalah seorang wanita yang berakhlak baik.

Cara pakaian dia yang syar’i,cara tutur bicara dia yang sopan,sungguh benar-benar tidak salah suamiku memilih matsna. aku biasa memanggil dia dinda dan dia biasa memenggil aku yunda.

Betapa kami berdua sangat akrab layaknya kakak beradik,dia juga sungguh perhatian kepada ke dua anak ku,tapi astagfirullah syaitan apa dulu yang nyangkut dalah hatiku, tidak sedikitpun rasa suka itu terbersit dalam hatiku, kebaikan nya tak mampu mengalahkan rasa benci dan perih ku, hatiku berontak untuk memiliki madu.

Dua tahun pernikahan maduku dan suamiku belum juga dikaruniyai anak, sementara akupun juga tidak ada harapan lagi untuk mengandung.



EmoticonEmoticon